PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
Psikologi KlinisPsikologi Positif

afirmasi diri

self-affirmation

Ringkasan Singkat

Tindakan atau pernyataan positif yang memperkuat kecukupan moral dan adaptif diri, sering digunakan untuk meningkatkan harga diri atau performa.

Afirmasi diri (self-affirmation) dapat berupa perilaku atau pernyataan verbal yang menekankan nilai-nilai dan kekuatan pribadi. Dalam konteks terapi, klien mungkin diminta mengulang pernyataan positif (seperti "Saya mampu mengatasi tantangan ini") untuk melawan pola pikir negatif atau depresi. Afirmasi diri bekerja dengan mengingatkan individu tentang sumber integritas diri mereka yang lebih luas, sehingga ancaman spesifik terhadap ego menjadi terasa kurang signifikan.

Dalam psikologi performa, afirmasi diri digunakan sebelum kompetisi untuk meningkatkan kepercayaan diri. Penelitian menunjukkan bahwa menulis tentang nilai-nilai pribadi yang penting bagi seseorang dapat menurunkan kadar stres (kortisol) dan meningkatkan kinerja tugas kognitif di bawah tekanan. Namun, afirmasi ini haruslah realistis dan dapat dipercaya oleh individu tersebut agar memberikan efek yang maksimal.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Sherman, D. K., & Cohen, G. L. (2006). The psychology of self-defense: Self-affirmation theory.
  • APA Dictionary of Psychology.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback